Menko AHY: TOD Kunci Membangun Kota yang Produktif, Sehat, dan Berkelanjutan

Menko AHY: TOD Kunci Membangun Kota yang Produktif, Sehat, dan Berkelanjutan

BEKASI – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa Transit Oriented Development (TOD) merupakan kunci dalam mewujudkan kota yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. Di tengah laju urbanisasi yang terus meningkat, pengembangan kawasan berbasis TOD menjadi pendekatan yang mampu mengintegrasikan sistem transportasi, tata guna lahan, aktivitas ekonomi, ruang publik, serta berbagai layanan dasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berdasarkan proyeksi urbanisasi, sebagian besar penduduk Indonesia akan tinggal di kawasan perkotaan dalam beberapa dekade mendatang. Kondisi tersebut menuntut kota-kota di Indonesia untuk berkembang secara lebih terencana agar mampu mengakomodasi pertumbuhan penduduk sekaligus menjaga daya dukung lingkungan. Karena itu, pengembangan kawasan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menghadirkan sistem perkotaan yang terhubung, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam konsep TOD, kawasan dirancang agar masyarakat dapat tinggal, bekerja, belajar, mengakses layanan kesehatan, berbelanja, hingga menikmati ruang publik dalam satu kawasan yang terintegrasi dengan transportasi massal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, menekan kemacetan dan emisi karbon, sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

"Di sinilah konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi sangat penting. Pada dasarnya, TOD merupakan upaya mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat ke dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling mendukung. Masyarakat dapat tinggal, bekerja, berbelanja, mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai fasilitas publik dalam kawasan yang terintegrasi," ujar Menko AHY pada groundbreaking Stasiun Ekstensi di Kawasan Summarecon, Jumat (24/7/2026).

Selain memperkuat konektivitas transportasi, pengembangan TOD juga menempatkan tata guna lahan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Penataan ruang yang terencana menjadi prasyarat untuk memastikan pembangunan berlangsung selaras dengan kebutuhan masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Konsep tersebut juga mendorong penyediaan jalur pejalan kaki, ruang terbuka, mobilitas aktif, serta kawasan yang lebih ramah terhadap masyarakat.

Menurut Menko AHY, keberhasilan TOD tidak hanya diukur dari hadirnya infrastruktur transportasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan produktivitas, efisiensi waktu, kualitas lingkungan, dan kesejahteraan keluarga.

"Tadi saya juga menitipkan pesan bahwa yang paling penting bukan hanya membangun fisiknya, melainkan memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Dampaknya apa? Seharusnya masyarakat dapat hidup lebih nyaman, lebih produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," tegas Menko AHY.

Materi pengembangan TOD juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan memerlukan sinergi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang inklusif dan berdaya saing. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting untuk mengatasi berbagai tantangan implementasi, mulai dari sinkronisasi tata ruang, pengadaan lahan, pembiayaan infrastruktur, hingga perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan transportasi publik.

"Tadi kami semua menyepakati bahwa pembangunan dan pengembangan kawasan TOD ini memang harus melalui sebuah sinergi dan kolaborasi yang baik antarsemua stakeholders. Tujuannya sama, kita ingin menghadirkan kota yang semakin terintegrasi satu sama lain melalui moda-moda transportasi dan pusat-pusat yang menghubungkan satu sama lain," kata Menko AHY.

Menko AHY berharap pengembangan TOD Bekasi dapat menjadi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di berbagai kota di Indonesia. Dengan perencanaan tata ruang yang baik, konektivitas antarmoda yang terintegrasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kawasan TOD diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus menghadirkan kota yang lebih produktif, sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Acara groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstensi turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan, Suntana; Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono; Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan; Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe; Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Wilayah I PT KAI Awan Hermawan Purwadinata; Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi. Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R.M. Manuhutu, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Ronny Hutahayan, serta Staf Khusus Menko Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, dan Herzaky Mahendra Putra.

*SP- 266/INFRA/HUMAS/VII/2026*

#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#InfrastrukturUntukSemua
#MemperkuatInfrastruktur

Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

Instagram: @kemenkoinfra
X: @kemenkoinfra
YouTube: @kemenkoinfra