Perkuat Kompetensi Teknis ASN, Kemenko Infra Dalami Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Dukung Koordinasi Infrastruktur

Perkuat Kompetensi Teknis ASN, Kemenko Infra Dalami Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Dukung Koordinasi Infrastruktur

Bandung – Penguatan kapasitas aparatur menjadi fondasi penting dalam mendukung kualitas koordinasi pembangunan infrastruktur nasional. Berangkat dari semangat tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kompetensi Pegawai dalam Infrastruktur Pengelolaan Sumber Daya Air di Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan, Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pegawai Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang merupakan perwakilan dari masing-masing unit kerja.

Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Sesmenko Infra), Ayodhia G. L. Kalake, menegaskan bahwa penguatan kompetensi teknis aparatur merupakan investasi penting dalam menghasilkan kebijakan dan koordinasi pembangunan yang semakin berkualitas.

Menurut Sesmenko Ayodhia, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan pembelajaran, tetapi merupakan implementasi nyata komitmen Kemenko Infra dalam membangun kapasitas kelembagaan melalui transfer pengetahuan dari institusi teknis yang memiliki pengalaman dan keunggulan di bidang pengelolaan sumber daya air.

“Meskipun kita bukan pelaksana teknis di lapangan, kualitas koordinasi dan kebijakan yang kita hasilkan harus didukung oleh pemahaman yang utuh terhadap aspek-aspek teknis pembangunan infrastruktur,” tegas Sesmenko Ayodhia.

Sesmenko Ayodhia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur menjadi semakin penting mengingat besarnya mandat Kemenko Infra dalam mengoordinasikan berbagai agenda strategis nasional, mulai dari percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan Sekolah Rakyat, penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan, hingga pengembangan Giant Sea Wall. Menurutnya, pemahaman terhadap aspek hidrolika, geoteknik, dan pemodelan sumber daya air akan memperkuat kualitas koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum, Sumber Daya Manusia, dan Organisasi, Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan Kemenko Infra ke Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan beberapa waktu lalu. Melalui kegiatan tersebut, pegawai Kemenko Infra diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dari institusi yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan sumber daya air.

“Kami ingin agar pengetahuan, teknologi, dan pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air dapat dimanfaatkan oleh seluruh pegawai Kemenko Infra untuk memperkuat kualitas koordinasi pembangunan,” ujar Karo Rahayu.

Karo Rahayu berharap kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun aparatur yang adaptif, profesional, dan memiliki pemahaman teknis yang semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan fungsi koordinasi Kemenko Infra.

Sementara itu, perwakilan Kepala Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan, Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Tata Yunita, menyampaikan bahwa Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan terus mengembangkan inovasi, penelitian, serta layanan teknis guna mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan sumber daya air. Semoga kolaborasi antara Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan dengan Kemenko Infra dapat terus diperkuat dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Perwakilan Kabalai Tata Yunita.

Ia menjelaskan bahwa selain menyediakan layanan pengujian laboratorium yang telah tersertifikasi, Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan juga mengembangkan berbagai inovasi teknologi, memberikan asistensi teknis kepada unit pelaksana di berbagai daerah, serta menyusun standar dan pedoman teknis yang menjadi acuan pembangunan infrastruktur sumber daya air.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai aspek teknis pengelolaan sumber daya air, mulai dari hidrolika, dinamika sumber daya air, geoteknik keairan, pengenalan model numerik dan model fisik dalam perancangan infrastruktur, hingga penggunaan berbagai instrumen pengukuran di lapangan. Peserta juga melakukan kunjungan ke laboratorium untuk melihat secara langsung penerapan teknologi, fasilitas pengujian, serta berbagai inovasi yang dikembangkan Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan.

Menutup sambutannya, Sesmenko Ayodhia menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan pembangunan infrastruktur saat ini, terutama di tengah meningkatnya risiko akibat perubahan iklim. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan setiap sesi pembelajaran sebagai kesempatan memperdalam wawasan terhadap berbagai persoalan teknis yang kerap ditemui dalam pembangunan infrastruktur, seperti normalisasi sungai, pemasangan sheet pile, penanganan longsor dan gerusan di tepi sungai maupun jalan, hingga proses perencanaan dan pembangunan bendungan.

“Saya berharap seluruh ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi menjadi bekal dalam memperkuat kualitas koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembangunan yang menjadi mandat Kemenko Infra. Dengan pemahaman teknis yang semakin baik, saya yakin kita dapat menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Sesmenko Ayodhia.

SP-238/INFRA/HUMAS/VII/2026

Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik
Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#InfrastrukturUntukSemua
#MemperkuatInfrastruktur
#MembangunEkonomi