Di Big Alpha Business Summit 2025, Menko AHY Tekankan Infrastruktur Tulang Punggung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama sekaligus tulang punggung transformasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat menghadiri dan menyampaikan keynote speech pada Big Alpha Business Summit 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (19/12/2025).
Menko AHY menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan menuju 8 persen. Target tersebut, menurutnya, hanya dapat dicapai apabila sektor infrastruktur mampu berperan secara optimal dalam meningkatkan produktivitas nasional, memperkuat konektivitas, serta menurunkan biaya logistik.
“Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukanlah hal yang mudah. Karena itu, sektor infrastruktur harus benar-benar menjadi tulang punggung transformasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menko AHY.
Dalam paparannya, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus diarahkan pada pertumbuhan yang berkeadilan. Salah satu kuncinya adalah penguatan konektivitas antarwilayah, mengingat luas dan karakteristik geografis Indonesia yang beragam. Konektivitas darat, laut, udara, serta perkeretaapian dinilai menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan wilayah sekaligus meningkatkan daya saing dan produktivitas ekonomi.
Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan penyediaan air bersih dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan, menekan biaya logistik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan digital perlu terus dikawal agar mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menko AHY turut mengapresiasi Big Alpha yang secara konsisten menghadirkan forum kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Menurutnya, sinergi lintas sektor semacam ini menjadi elemen strategis dalam mengawal pembangunan nasional agar berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Big Alpha, Tirta Prayuda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menko AHY dan berharap Big Alpha Business Summit dapat menjadi pintu masuk kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah pusat dan daerah terus hadir di lapangan, dukungan dan kepedulian seluruh komponen bangsa tetap sangat dibutuhkan.
“Rumah hancur, jembatan putus, jalan rusak, serta kebutuhan logistik yang harus terus disalurkan menjadi tantangan nyata di lapangan. Misi kemanusiaan tidak mengenal batas dan harus kita jalankan bersama,” tegas Menko AHY.
Menanggapi pertanyaan media terkait estimasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Menko AHY menjelaskan bahwa estimasi awal mencapai sekitar Rp51 triliun, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk wilayah Aceh. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring pendalaman perencanaan serta penetapan prioritas jangka pendek dan menengah.
Menko AHY juga menekankan pentingnya penataan ruang dan relokasi hunian ke wilayah yang lebih aman agar proses pembangunan kembali tidak menimbulkan kerentanan bencana di masa depan. Evaluasi tata ruang, menurutnya, akan dilakukan secara tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan warga dan memastikan proses pembangunan kembali berjalan dengan baik. Prinsipnya bukan hanya membangun kembali, melainkan membangun dengan lebih baik dan lebih tangguh terhadap risiko kebencanaan,” pungkas Menko AHY.
Pada kesempatan ini, Menko AHY didampingi Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri, ?Merry Riana dan Tenaga Ahli Bidang Politik dan Tata Kelola Pembangunan, Ahmad Khoirul Umam.
SP-434/INFRA/HUMAS/XII/2025
#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#MemperkuatInfrastruktur
#MembangunEkonomi
Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan
Pembangunan Kewilayahan
Menko AHY menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan menuju 8 persen. Target tersebut, menurutnya, hanya dapat dicapai apabila sektor infrastruktur mampu berperan secara optimal dalam meningkatkan produktivitas nasional, memperkuat konektivitas, serta menurunkan biaya logistik.
“Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukanlah hal yang mudah. Karena itu, sektor infrastruktur harus benar-benar menjadi tulang punggung transformasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menko AHY.
Dalam paparannya, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus diarahkan pada pertumbuhan yang berkeadilan. Salah satu kuncinya adalah penguatan konektivitas antarwilayah, mengingat luas dan karakteristik geografis Indonesia yang beragam. Konektivitas darat, laut, udara, serta perkeretaapian dinilai menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan wilayah sekaligus meningkatkan daya saing dan produktivitas ekonomi.
Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan penyediaan air bersih dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan, menekan biaya logistik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan digital perlu terus dikawal agar mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menko AHY turut mengapresiasi Big Alpha yang secara konsisten menghadirkan forum kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Menurutnya, sinergi lintas sektor semacam ini menjadi elemen strategis dalam mengawal pembangunan nasional agar berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, CEO dan Co-Founder Big Alpha, Tirta Prayuda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menko AHY dan berharap Big Alpha Business Summit dapat menjadi pintu masuk kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah pusat dan daerah terus hadir di lapangan, dukungan dan kepedulian seluruh komponen bangsa tetap sangat dibutuhkan.
“Rumah hancur, jembatan putus, jalan rusak, serta kebutuhan logistik yang harus terus disalurkan menjadi tantangan nyata di lapangan. Misi kemanusiaan tidak mengenal batas dan harus kita jalankan bersama,” tegas Menko AHY.
Menanggapi pertanyaan media terkait estimasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Menko AHY menjelaskan bahwa estimasi awal mencapai sekitar Rp51 triliun, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk wilayah Aceh. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring pendalaman perencanaan serta penetapan prioritas jangka pendek dan menengah.
Menko AHY juga menekankan pentingnya penataan ruang dan relokasi hunian ke wilayah yang lebih aman agar proses pembangunan kembali tidak menimbulkan kerentanan bencana di masa depan. Evaluasi tata ruang, menurutnya, akan dilakukan secara tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan warga dan memastikan proses pembangunan kembali berjalan dengan baik. Prinsipnya bukan hanya membangun kembali, melainkan membangun dengan lebih baik dan lebih tangguh terhadap risiko kebencanaan,” pungkas Menko AHY.
Pada kesempatan ini, Menko AHY didampingi Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri, ?Merry Riana dan Tenaga Ahli Bidang Politik dan Tata Kelola Pembangunan, Ahmad Khoirul Umam.
SP-434/INFRA/HUMAS/XII/2025
#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#MemperkuatInfrastruktur
#MembangunEkonomi
Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan
Pembangunan Kewilayahan