Cek Langsung Pengolahan Air Limbah Bern, Menko AHY Dorong Percepatan Ketahanan Air Indonesia

Cek Langsung Pengolahan Air Limbah Bern, Menko AHY Dorong Percepatan Ketahanan Air Indonesia

BERN - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan upaya mewujudkan ketahanan air Indonesia melalui pengelolaan air limbah, perlindungan sungai, dan pemulihan sumber daya air. Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi fasilitas pengolahan air limbah ARA Region Bern di sepanjang Sungai Aare, Swiss.

Menurut Menko AHY, ketahanan air merupakan isu mendasar bagi kehidupan manusia. Air tidak hanya menjadi kebutuhan utama kehidupan, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan.

“Water is life. Tanpa air tidak ada kehidupan, dan tidak ada pangan,” ujar Menko AHY.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY melihat bagaimana Kota Bern telah melakukan transformasi dalam pengelolaan air sejak tahun 1960-an. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi persoalan pencemaran sungai, sedimentasi, hingga risiko banjir yang masih terjadi di sejumlah kawasan perkotaan.

Menko AHY mengatakan, pengalaman Bern menunjukkan bahwa perubahan dalam pengelolaan air membutuhkan komitmen dan proses yang berkelanjutan. Karena itu, Indonesia perlu bergerak serius dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki.

“Waktu terbaik untuk membersihkan air adalah 60 tahun yang lalu, pada tahun 1960-an. Namun, waktu terbaik kedua adalah hari ini. Kita harus bergerak secara serius dan mengerahkan seluruh sumber daya yang kita miliki,” kata Menko AHY.

Ia menekankan bahwa upaya mencapai ketahanan air dan energi menuju visi Indonesia Emas 2045 tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kolaborasi perlu dibangun dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk membentuk ekosistem yang utuh.

Selain pembangunan dan pengelolaan infrastruktur, perubahan paradigma masyarakat terhadap sungai juga menjadi bagian penting. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi agar memiliki pemahaman yang tepat mengenai pentingnya menjaga sungai dan sumber daya air.

Indonesia juga dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang relevan, termasuk pengalaman Swiss dalam pendidikan vokasi, untuk mendukung pengembangan kebijakan dan kapasitas di Tanah Air.

“Transformasi mendasar ini harus kita mulai dari sekarang karena kita tidak memiliki kemewahan waktu,” tegas Menko AHY.

Dari Bern, Menko AHY berharap komunikasi dan kerja sama antara Indonesia dan Swiss dalam bidang pengelolaan air dapat terus berlanjut menuju langkah yang lebih konkret. Dialog dan pertukaran pengalaman diharapkan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk menghadirkan sungai-sungai yang lebih baik dan bersih di Indonesia.

“Dari dialog menuju aksi nyata, demi menghadirkan sungai-sungai yang jauh lebih baik dan bersih di Indonesia,” pungkasnya.

Pada kunjungan kerja kali ini, Menko AHY didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss merangkap Kepangeranan Liechtenstein, I Gede Ngurah Swajaya; Deputi Infrastruktur Dasar, Nazib Faizal; Staf Khusus Menko Infra, Herzaky Mahendra Putra; Staf Khusus Menteri PU, Ahmad Khoirul Umam; Tenaga Ahli Menko Infra, Mira Permatasari, dan Diska Putri Pamungkas.

SP-353/INFRA/HUMAS/X/2026

Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik
Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#InfrastrukturUntukSemua
#MemperkuatInfrastruktur
#MembangunEkonomi