Menko AHY Dorong Temuan Ekspedisi Patriot Jadi Dasar Penguatan Infrastruktur Papua

Menko AHY Dorong Temuan Ekspedisi Patriot Jadi Dasar Penguatan Infrastruktur Papua

JAYAPURA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong agar berbagai temuan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di kawasan transmigrasi Papua tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program konkret.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat berdialog dengan para peserta Ekspedisi Patriot 2026 di Jayapura, Papua, Kamis (17/9/2026) malam. Menko AHY secara khusus meminta jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk mencatat dan mengawal berbagai kebutuhan yang ditemukan langsung oleh tim di lapangan.

“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal,” kata Menko AHY.

Menurut Menko AHY, konteks pembangunan Papua harus melihat kondisi geografis dan karakteristik masing-masing wilayah. Karena itu, solusi yang dihadirkan harus membumi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Menko AHY mencontohkan kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, listrik, sanitasi, drainase, hingga fasilitas MCK. Kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang layak dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sebelum menghadiri dialog bersama Tim Ekspedisi Patriot, Menko AHY juga meninjau pembangunan Jalan Inpres Daerah (IJD) sepanjang 7,7 kilometer di Kampung Kuai, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura. Jalan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp38 miliar tersebut memangkas waktu tempuh masyarakat dari sebelumnya sekitar 45 menit menjadi sekitar 15 menit.

“Ini sangat berarti. Artinya, ini akan memberikan dampak positif pada aktivitas ekonomi masyarakat. Ibu-ibu yang masuk ke pasar, anak-anak yang masuk sekolah, kemudian menjual hasil kebun dan lain sebagainya. Ini penting, ini urat nadi ekonomi,” ujar Menko AHY.

Menko AHY juga menyoroti kebutuhan penguatan jaringan telekomunikasi di kawasan transmigrasi. Menurutnya, akses sinyal yang memadai kini telah menjadi kebutuhan penting masyarakat, terutama untuk mendukung komunikasi, akses informasi, serta pemanfaatan berbagai layanan dan platform digital.

“Kalau nanti ada quick wins yang dihadirkan oleh Tim Ekspedisi Patriot, rekomendasi atau solusi untuk bisa menguatkan sinyal di berbagai titik yang lemah ataupun blank spot, maka ini akan sangat berarti buat masyarakat,” tuturnya.

Menko AHY menegaskan, seluruh kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan dengan kementerian teknis terkait. Namun, pemerintah juga harus tetap realistis dalam menentukan prioritas pembangunan mengingat keterbatasan anggaran dan kapasitas fiskal.

“Kita tidak mau over-promise. Jangan pernah kita menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kita kerjakan. Tetapi yang jelas, kita harus sampaikan ini ke kementerian teknis,” kata Menko AHY.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga mengapresiasi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang mengikuti Ekspedisi Patriot 2026. Ia menilai keberanian mereka untuk keluar dari zona nyaman dan terjun langsung ke masyarakat merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa.

SP-329/INFRA/HUMAS/IX/2026

Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik
Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#InfrastrukturUntukSemua
#MemperkuatInfrastruktur
#MembangunEkonomi