Dari Kampus ke Lapangan, Menko AHY Dorong Kolaborasi UNAS Cetak Talenta Pembangunan Infrastruktur
JAKARTA - Pembangunan infrastruktur tidak hanya membutuhkan perencanaan dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di lapangan. Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Nasional (UNAS) dalam pengembangan talenta muda melalui program magang, penugasan mahasiswa, dan riset di bidang infrastruktur serta pembangunan kewilayahan.
Peluang tersebut mengemuka dalam audiensi Menko AHY bersama Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, beserta jajaran pimpinan universitas di Jakarta (21/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang untuk menjajaki sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menko AHY menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memahami persoalan nyata dan memberikan solusi bagi masyarakat.
“Saya menyambut baik jika mahasiswa bisa mendapatkan kesempatan magang atau penugasan yang spesifik terkait infrastruktur, pembangunan kewilayahan, maupun berbagai bidang lainnya. Ini dapat membuka cakrawala pengalaman sekaligus membangun rasa memiliki terhadap Indonesia kita yang besar dan kompleks,” ujar Menko AHY.
Ia menilai, pengalaman langsung di lapangan dapat memperkaya proses pembelajaran mahasiswa. Interaksi dengan dunia kerja dan lingkungan pembangunan juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta memahami bagaimana sebuah kebijakan dirancang dan dilaksanakan.
Menurut Menko AHY, hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja perlu dibangun sebagai kolaborasi dua arah. Persoalan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan penelitian bagi kampus, sementara hasil riset dan inovasi akademik dapat memberikan masukan untuk menyempurnakan kebijakan serta pelaksanaan pembangunan.
“Kalau mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman, mereka bisa langsung mengaplikasikan ilmunya sekaligus memberikan umpan balik kepada kampus. Hal-hal yang ditemukan dalam kehidupan nyata, baik di perusahaan maupun dalam proses penyusunan kebijakan, bisa menjadi bahan yang dibahas dan dikembangkan bersama,” jelasnya.
Lebih jauh, Menko AHY menekankan, pembangunan infrastruktur membutuhkan pendekatan multidisiplin. Selain aspek teknis, pembangunan juga berkaitan dengan perencanaan anggaran, pembiayaan, investasi, tata kelola, serta dampak sosial dan lingkungan. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk memperkaya perspektif dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini juga relevan dengan perubahan kebutuhan dunia kerja di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan kompetensi lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan, sekaligus membekali generasi muda dengan kemampuan beradaptasi, integritas, dan daya saing.
Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, menyampaikan, pengalaman praktis menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Melalui kolaborasi dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari sekaligus memahami tantangan pembangunan secara langsung.
“Kami berharap kolaborasi dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui program magang. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di bangku kuliah, tetapi juga memahami kebutuhan dunia kerja,” ujar Rektor El Amry.
UNAS, yang memiliki delapan fakultas dan 41 program studi, juga melihat peluang kerja sama dalam pengembangan penelitian dan kajian lintas disiplin. Kapasitas akademik yang dimiliki universitas diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, khususnya melalui kontribusi pemikiran, riset, dan inovasi.
“Kami juga berharap dapat mengembangkan kolaborasi riset di bidang infrastruktur dan bidang lainnya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki UNAS,” tambahnya.
Melalui penjajakan kerja sama dengan UNAS, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mendorong terbukanya ruang kolaborasi dalam pengembangan SDM, program magang, dan riset yang mendukung pembangunan nasional. Sinergi pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memperluas kesempatan belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan gagasan serta talenta muda yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, Wakil Rektor II Prof. Dr. Suryono Efendi, Guru Besar Ilmu Politik UNAS Prof. Dr. Drs. Ganjar Razuni, Sekretaris Yayasan Dr. Ambia B. Boestam.
Menko AHY didampingi Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra; Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ahmad Khoirul Umam, serta Tenaga Ahli Menko Mira Permatasari, Diska Putri, dan Ali Affandi.
*SP-376/INFRA/HUMAS/X/2026*
Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik
Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#InfrastrukturUntukSemua
#MemperkuatInfrastruktur
#MembangunEkonomi
Peluang tersebut mengemuka dalam audiensi Menko AHY bersama Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, beserta jajaran pimpinan universitas di Jakarta (21/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang untuk menjajaki sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menko AHY menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memahami persoalan nyata dan memberikan solusi bagi masyarakat.
“Saya menyambut baik jika mahasiswa bisa mendapatkan kesempatan magang atau penugasan yang spesifik terkait infrastruktur, pembangunan kewilayahan, maupun berbagai bidang lainnya. Ini dapat membuka cakrawala pengalaman sekaligus membangun rasa memiliki terhadap Indonesia kita yang besar dan kompleks,” ujar Menko AHY.
Ia menilai, pengalaman langsung di lapangan dapat memperkaya proses pembelajaran mahasiswa. Interaksi dengan dunia kerja dan lingkungan pembangunan juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta memahami bagaimana sebuah kebijakan dirancang dan dilaksanakan.
Menurut Menko AHY, hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja perlu dibangun sebagai kolaborasi dua arah. Persoalan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan penelitian bagi kampus, sementara hasil riset dan inovasi akademik dapat memberikan masukan untuk menyempurnakan kebijakan serta pelaksanaan pembangunan.
“Kalau mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman, mereka bisa langsung mengaplikasikan ilmunya sekaligus memberikan umpan balik kepada kampus. Hal-hal yang ditemukan dalam kehidupan nyata, baik di perusahaan maupun dalam proses penyusunan kebijakan, bisa menjadi bahan yang dibahas dan dikembangkan bersama,” jelasnya.
Lebih jauh, Menko AHY menekankan, pembangunan infrastruktur membutuhkan pendekatan multidisiplin. Selain aspek teknis, pembangunan juga berkaitan dengan perencanaan anggaran, pembiayaan, investasi, tata kelola, serta dampak sosial dan lingkungan. Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk memperkaya perspektif dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini juga relevan dengan perubahan kebutuhan dunia kerja di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan kompetensi lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan, sekaligus membekali generasi muda dengan kemampuan beradaptasi, integritas, dan daya saing.
Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, menyampaikan, pengalaman praktis menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Melalui kolaborasi dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari sekaligus memahami tantangan pembangunan secara langsung.
“Kami berharap kolaborasi dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui program magang. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di bangku kuliah, tetapi juga memahami kebutuhan dunia kerja,” ujar Rektor El Amry.
UNAS, yang memiliki delapan fakultas dan 41 program studi, juga melihat peluang kerja sama dalam pengembangan penelitian dan kajian lintas disiplin. Kapasitas akademik yang dimiliki universitas diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, khususnya melalui kontribusi pemikiran, riset, dan inovasi.
“Kami juga berharap dapat mengembangkan kolaborasi riset di bidang infrastruktur dan bidang lainnya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki UNAS,” tambahnya.
Melalui penjajakan kerja sama dengan UNAS, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mendorong terbukanya ruang kolaborasi dalam pengembangan SDM, program magang, dan riset yang mendukung pembangunan nasional. Sinergi pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memperluas kesempatan belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan gagasan serta talenta muda yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, Wakil Rektor II Prof. Dr. Suryono Efendi, Guru Besar Ilmu Politik UNAS Prof. Dr. Drs. Ganjar Razuni, Sekretaris Yayasan Dr. Ambia B. Boestam.
Menko AHY didampingi Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi, Sigit Raditya; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra; Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ahmad Khoirul Umam, serta Tenaga Ahli Menko Mira Permatasari, Diska Putri, dan Ali Affandi.
*SP-376/INFRA/HUMAS/X/2026*
Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik
Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
#KemenkoInfrastruktur
#KemenkoInfra
#MenkoAHY
#InfrastrukturUntukSemua
#MemperkuatInfrastruktur
#MembangunEkonomi